Belajar bahasa Inggris memang menyenangkan, tetapi tidak sedikit anak yang merasa tidak percaya diri bahasa Inggris saat diminta berbicara di depan kelas atau mengobrol dengan teman. Ada yang takut salah mengucapkan kata, khawatir ditertawakan, atau merasa kemampuan mereka belum sebagus orang lain.
Padahal, rasa kurang percaya diri adalah hal yang sangat wajar dialami oleh siapa saja yang sedang mempelajari bahasa baru. Kabar baiknya, rasa tersebut bisa diatasi dengan latihan yang tepat dan lingkungan belajar yang mendukung.
Bagaimana cara mengatasinya? Dalam artikel di bawah ini, kamu akan dapat jawabannya.
Daftar Isi:
- Mengapa Banyak Anak Tidak Percaya Diri Saat Belajar Bahasa Inggris?
- Tidak Perlu Taku Melakukan Kesalahan
- Cara Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri
- Tips Agar Lebih Percaya Diri Berbicara Bahasa Inggris
- Belajar Bahasa Inggris Akan Terasa Lebih Menyenangkan Bersama WonderMind
- FAQ Tentang Rasa Percaya Diri Anak

Mengapa Banyak Anak Tidak Percaya Diri Saat Belajar Bahasa Inggris?
Setiap anak memiliki pengalaman belajar yang berbeda. Ada yang cepat memahami materi, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama. Hal tersebut bukan berarti kemampuan mereka kurang baik.
Salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap rasa percaya diri anak ketika mempelajari bahasa yang baru adalah foreign language anxiety. Semakin tinggi kecemasan, semakin rendah keinginan untuk berkomunikasi.
Beberapa penyebab umum di balik rasa tidak percaya diri anak ketika bicara dalam bahasa Inggris antara lain:
- Takut salah mengucapkan (pronunciation).
- Kosakata yang masih terbatas.
- Jarang berlatih berbicara.
- Malu berbicara di depan orang lain.
- Pernah diejek ketika melakukan kesalahan.
- Terlalu sering membandingkan diri dengan teman.
Perlu diingat bahwa bahkan penutur asli pun terkadang melakukan kesalahan saat berbicara. Kesalahan merupakan bagian alami dari proses belajar.
Tidak Perlu Taku Melakukan Kesalahan
Salah satu hambatan terbesar dalam belajar bahasa Inggris adalah rasa cemas karena takut melakukan kesalahan. Hal ini juga salah satu dampak dari foreign language anxiety. Akibatnya, banyak anak memilih diam meskipun sebenarnya mengetahui jawabannya.
Padahal, setiap kali melakukan kesalahan, otak sedang belajar memperbaiki informasi yang diterima. Guru juga dapat memberikan koreksi sehingga kemampuan berbicara menjadi semakin baik.
Daripada menunggu sempurna, lebih baik mulai berbicara sedikit demi sedikit. Semakin sering mencoba, semakin besar pula rasa percaya diri yang akan tumbuh.
Coba Baca Yang Ini, Yuk!
- Apakah Anak yang Pemalu Tetap Bisa Mengikuti Kelas Bahasa Inggris atau Mandarin?
- Belajar 150 Kosakata Tentang Restoran Mandarin Penting Untuk Pemula
- Cara Pede Berbincang Dengan Bahasa Mandarin Sekolah
- 5 Cara Jitu Berlatih Berbincang Dalam Bahasa Inggris Di Rumah
- Tips Belajar Bahasa Inggris dengan Shadowing: Cara Mudah Melatih Speaking
Cara Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri
Studi menemukan bahwa faktor yang paling kuat memengaruhi kemauan anak untuk berkomunikasi adalah:
- kecemasan berbahasa,
- persepsi kemampuan bahasa (self-perceived competence), dan
- motivasi belajar.
Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk memupuk rasa percaya diri berbicara bahasa Inggris, di antaranya;
Mulai dari Kalimat Sederhana
Kamu tidak perlu langsung berbicara menggunakan kalimat yang panjang, cukup menggunakan kalimat sederhana, misalnya;
- Good morning!
- My name is Andi.
- I like reading books.
- Thank you.
- See you tomorrow!
Kalimat sederhana akan membuatmu lebih nyaman saat mulai berbicara.
Tambahkan Kosakata Sedikit Demi Sedikit
Semakin banyak kosakata yang dikuasai, akan semakin memudahkan kamu ketika menyusun kalimat untuk diucapkan.
Menghafal kosakata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, dapat meningkatkan kemampuan kamu. Bisa mulai dengan menghapal kelompok kosakata seperti;
- warna
- angka
- makanan
- keluarga
- hewan
- benda di kelas
- aktivitas harian
Kamu tidak perlu menghafal puluhan kata sekaligus. Lima kata baru setiap hari sudah menjadi kemajuan yang baik.
Latihan Berbicara Setiap Hari
Kemampuan berbicara hanya bisa berkembang jika sering digunakan.
Kamu bisa mencoba berbicara sendiri di depan cermin, membaca cerita pendek dengan suara lantang, atau menceritakan aktivitas harian menggunakan bahasa Inggris. Latihan singkat selama 10–15 menit setiap hari jauh lebih efektif dibandingkan belajar lama tetapi hanya sesekali.
Gunakan Lagu, Film, atau Cerita Anak
Belajar tidak selalu harus melalui buku.
Kamu juga bisa meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dengan:
- mendengarkan lagu anak berbahasa Inggris;
- menonton film animasi berbahasa Inggris;
- membaca cerita bergambar;
- mengikuti video edukasi.
Cara ini membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan sekaligus membantu mengenal pelafalan yang benar.
Tips Agar Lebih Percaya Diri Berbicara Bahasa Inggris
Penelitian menunjukkan bahwa psychological shyness (rasa malu) berhubungan dengan rendahnya keinginan siswa untuk menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi. Karenanya, selain rutin belajar, beberapa kebiasaan berikut juga dapat membantu.
- Berani mencoba meskipun belum sempurna.
- Dengarkan cara berbicara penutur asli.
- Latih pelafalan menggunakan teknik shadowing.
- Gunakan bahasa Inggris dalam percakapan sederhana di rumah.
- Rayakan setiap kemajuan kecil yang berhasil dicapai.
Kepercayaan diri tidak muncul dalam satu hari. Semuanya dibangun melalui latihan yang konsisten.
Belajar Bahasa Inggris Akan Terasa Lebih Menyenangkan Bersama WonderMind
Jika masih merasa tidak percaya diri bahasa Inggris, jangan khawatir. Belajar bersama guru yang sabar dan metode yang interaktif dapat membantu meningkatkan keberanian untuk berbicara.
Di WonderMind, siswa diajak belajar melalui berbagai permainan edukatif yang menyenangkan, aktivitas kreatif, storytelling, percakapan sederhana, hingga praktik berbicara secara bertahap. Suasana kelas dibuat nyaman sehingga setiap anak merasa aman untuk mencoba, bertanya, dan berkembang tanpa takut melakukan kesalahan.
Dengan latihan yang rutin serta bimbingan yang tepat, rasa percaya diri akan tumbuh seiring meningkatnya kemampuan bahasa Inggris.
Kesimpulan
- Banyak anak merasa tidak percaya diri bahasa Inggris karena takut salah, malu, atau pengalaman buruk sebelumnya.
- Kecemasan bahasa asing sangat mempengaruhi kemampuan komunikasi anak.
- Latihan berbicara, menambah kosakata, dan belajar di lingkungan mendukung dapat meningkatkan kepercayaan diri.
- Metode interaktif dan bermain membuat pembelajaran bahasa Inggris lebih menyenangkan dan efektif.
- Kesalahan adalah bagian dari proses belajar, jadi penting untuk terus mencoba dan tidak membandingkan diri dengan orang lain.
Merasa tidak percaya diri bahasa Inggris adalah hal yang sangat normal, terutama bagi anak-anak yang sedang belajar bahasa baru. Yang terpenting adalah jangan berhenti mencoba.
Mulailah dari langkah kecil, seperti menghafal kosakata baru, berlatih berbicara setiap hari, menonton video berbahasa Inggris, dan belajar di lingkungan yang mendukung. Ingat, setiap kesalahan adalah bagian dari proses menuju kemampuan berbahasa Inggris yang lebih baik.
Semakin sering kamu berlatih, semakin besar pula rasa percaya diri yang akan tumbuh.
FAQ Tentang Rasa Percaya Diri Anak
Rasa percaya diri adalah keyakinan anak terhadap kemampuan dirinya untuk mencoba, belajar, dan menyelesaikan berbagai tantangan.
Beberapa tanda anak kurang percaya diri antara lain:
– Takut mencoba hal baru.
– Enggan berbicara di depan orang lain.
– Mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
Kurangnya rasa percaya diri dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengalaman gagal, rasa takut dikritik, sering dibandingkan dengan orang lain, lingkungan belajar yang kurang mendukung, atau kurangnya kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuan diri.
Referensi:
Wang, M., Wang, H., & Shi, Y. (2022). The role of English as a foreign language learners’ grit and foreign language anxiety in their willingness to communicate: Theoretical perspectives. Frontiers in Psychology, 13, 1002562 (diakses 15 Juli 2026)
Jin, S., & Lee, H. (2022). Willingness to Communicate and its High-Evidence Factors: A Meta-Analytic Structural Equation Modeling Approach. Journal of Language and Social Psychology, 41(6), 716-745 (diakses 15 Juli 2026)


