Belajar Past Future Perfect Continuous Tense Jadi Gampang! Yuk, Simak 5 Rahasianya

Pernah nggak kamu membayangkan kejadian seru yang andai saja terjadi di masa lalu? Misalnya: “Andai kemarin nggak hujan lebat, aku pasti jam segini udah lagi asyik main bola di lapangan bareng teman-teman!”

Nah, di dalam pelajaran bahasa Inggris, situasi “andai-andai” seperti itu punya rumus khusus, lho. Namanya past future perfect continuous tense! Meski namanya panjang banget mirip kereta api, belajarnya ternyata seru dan nggak bikin pusing.

Yuk, kita bedah rahasia tenses ini lewat 5 poin di bawah ini!

Apa Sih Sebenarnya Past Future Perfect Continuous Tense Itu?

Biar gampang diingat, mari kita pecah namanya:

  • Past & Future: Rencana atau bayangan masa depan yang dilihat dari sudut pandang masa lalu.
  • Perfect: Menunjukkan durasi atau sesuatu yang sudah terjadi.
  • Continuous: Menunjukkan aktivitas yang sedang berlangsung.

Jadi, past future perfect continuous tense adalah bentuk kalimat untuk menyatakan suatu kegiatan yang seharusnya sudah sedang berlangsung pada waktu tertentu di masa lalu, andai syarat atau kondisinya terpenuhi. Singkatnya, ini adalah rumus “akan sudah sedang” di masa lampau!

Rumus Ajaib yang Wajib Kamu Tahu

Supaya kamu bisa merangkai kalimat dengan tepat, hafalkan formula dasarnya berikut ini

Bentuk KalimatRumusContoh
Positif (+)Subject + would/should + have been + V-ing + ObjectShe would have been studying all night if she hadn’t been sick.
Negatif (–)Subject + would/should + not + have been + V-ing + ObjectThey would not have been waiting so long if the bus had arrived on time.
Interogatif (?)Would/Should + Subject + have been + V-ing + Object?Would he have been working if the office had been open?

WonderMind hadir sebagai solusi anak usia 4-18 tahun yang ingin kursus bahasa Inggris dengan pendekatan yang fun dan interaktif.

Kurikulum yang dirancang khusus oleh tim akademisi ternama kelas dunia untuk pelajar Indonesia menjadikan program belajar bahasa Inggris di WonderMind salah satu yang terunggul di bidangnya.

Berbagai fasilitas seru siap menanti kamu di ruang kelas, lho! Mulai dari berbagai permainan seru, sesi belajar interaktif, hingga extra class yang bisa bantu kamu mendalami materi ada di sini.

Nggak perlu khawatir mahal! Di WonderMind, kamu bisa mendapatkan semua itu dengan Rp 1 jutaan per bulan saja, lho~

Kapan Waktu yang Tepat Menggunakannya?

Tense ini memang tergolong langka dalam percakapan santai sehari-hari karena umumnya dipakai pada kalimat pengandaian (conditional sentences) tipe 3. Kamu bisa memakainya dalam dua kondisi utama:

  1. Menyatakan kegiatan yang semestinya sedang berjalan di masa lalu:Contoh: She would have been sleeping at 10 p.m. if she hadn’t gone to the party. (Dia seharusnya sudah sedang tidur jam 10 malam kemarin, andai tidak pergi ke pesta).
  2. Membuat dugaan atau perkiraan di masa lampau:Contoh: They would have been traveling during the holiday if they had had enough money. (Mereka pasti sudah sedang liburan jalan-jalan andai uang saku mereka cukup).

Kata Kunci Waktu (Time Expressions) yang Sering Muncul

Supaya kamu makin jago mendeteksi tenses ini saat ujian di sekolah, perhatikan kata-kata penunjuk waktu berikut:

  • At that time (pada waktu itu)
  • By then (pada saat itu)
  • For … hours / days (selama … jam / hari)
  • Since … (sejak …)
  • If … (jika / seandainya …)

Jangan Tertukar! Ini Bedanya dengan Tense Past Future Lainnya

Sering bingung membedakan jenis past future? Yuk intip perbandingannya:

  • Past Future Continuous: Fokus pada kegiatan yang akan sedang terjadi di masa lalu ($\text{would} + \text{be} + \text{V-ing}$). Contoh: I knew she would be studying at that time.
  • Past Future Perfect: Fokus pada kegiatan yang akan sudah tuntas/selesai di masa lalu ($\text{would} + \text{have} + \text{V3}$). Contoh: He would have finished the project if he had started earlier.
  • Past Future Perfect Continuous: Fokus pada durasi kegiatan yang masih sedang berjalan pada titik tertentu di masa lalu ($\text{would} + \text{have been} + \text{V-ing}$). Contoh: She would have been working here for two years by 2020 if she hadn’t moved to another city.

Contoh Kalimat Tambahan Buat Latihan di Sekolah

  1. If it hadn’t rained, we would have been playing football at the park. (Kalau tidak hujan, kita seharusnya sudah sedang main bola di taman).
  2. They would not have been waiting outside if the teacher had arrived on time. (Mereka tidak akan sudah sedang menunggu di luar kalau bapak/ibu guru datang tepat waktu).
  3. At 8 p.m. yesterday, she would have been cooking dinner if she had not been sick. (Jam 8 malam kemarin, dia seharusnya sudah sedang memasak makan malam andai tidak sakit).

Kesimpulan

  • Bentuk Past Future Perfect Continuous Tense menyatakan aktivitas yang seharusnya telah berlangsung di masa lalu dalam kondisi tertentu.
  • Ini merupakan gabungan antara perspektif masa lalu dan masa depan, yang menunjukkan durasi dan aksi yang berkelanjutan.
  • Anda dapat menggunakan bentuk kata kerja ini dalam kalimat pengandaian untuk menggambarkan situasi hipotetis yang terjadi di masa lalu.
  • Ungkapan waktu utama meliputi ‘pada waktu itu’, ‘pada saat itu’, dan ‘jika’.
  • WonderMind menawarkan kursus bahasa Inggris seru yang dirancang khusus untuk pelajar muda guna membantu mereka menguasai tenses seperti yang satu ini.

Kursus bahasa Inggris di WonderMind punya seribu satu cara belajar yang menyenangkan untuk anak.

Bimbingan native dan local teacher membuat si Kecil didampingi oleh tenaga pengajar yang profesional dan berpengalaman.

Nggak perlu khawatir ketinggalan materi, karena WonderMind memastikan setiap anak mendapatkan porsi pengajaran yang pas dan sesuai kemampuan melalui placement test dan layanan extra class yang tersedia.

Terbukti, lebih dari 90% orangtua merasa puas dengan progress sang buah hati di WonderMind.

Apalagi, banyaknya promo seperti Free Trial Class yang bisa langsung diklaim dengan klik gambar di atas. Tunggu apa lagi?

OTHER ARTICLE

Bahasa Inggris Pemula: 50 Contoh Idiom yang Sering Digunakan Sehari-Hari

Contoh idiom ada di sekitar kita. Misalnya, pernahkah kamu menonton film kartun atau serial favorit berbahasa Inggris, lalu tiba-tiba salah satu karakternya berkata “It’s raining cats and dogs!”? Kalau diartikan kata demi kata, kalimat itu terdengar aneh: “Hujan kucing dan anjing”. Padahal, langit sedang menurunkan air hujan yang sangat lebat, bukan hewan peliharaan!

Book your spot for the demo class. It's free!