Bilingual Untuk Anak: Mengapa Belajar Dua Bahasa Penting Untuk perkembangan Anak?

Estimated reading time: 6 minutes

Banyak orang tua mulai menyadari pentingnya mengenalkan bahasa asing sejak dini seiring dengan perkembangan jaman. Namun, sebenarnya apa saja sih manfaat anak menguasai lebih dari satu bahasa bagi perkembangan otak dan prestasi akademik mereka?

Beberapa waktu lalu, dalam acara pembukaan cabang baru WonderMind di Gading Serpong, sebuah wawancara dengan psikolog anak Tasliyana Fitri dilaksanakan untuk menjelaskan fenomena ini.

Beliau menjelaskan bahwa pembelajaran bilingual tidak hanya berdampak pada kemampuan komunikasi, tetapi juga berpengaruh langsung pada perkembangan struktur dan fungsi otak anak.

Mengapa Usia Dini Jadi Saat Yang tepat Untuk Belajar Bahasa?

Dari sudut pandang neuroscience, masa kanak-kanak merupakan periode emas (golden age) perkembangan otak. Jalur neural pada otak anak masih sangat fleksibel sehingga lebih mudah membentuk koneksi baru.

Dalam wawancara tersebut, Tasliyana menjelaskan, “Kalau kita bahas dari segi neuroscience ya, jadi pada saat masih usia dini, jalur neural di otak anak itu masih sangat fleksibel, yang sangat memungkinkan dan juga mendukung anak ketika belajar, menjadi lebih cepat, lebih mudah untuk memahami, dan juga lebih berimpak untuk anak tersebut.”

Fleksibilitas ini membuat anak lebih mudah menyerap kosakata, struktur kalimat, serta intonasi dari berbagai bahasa. Inilah alasan mengapa manfaat anak menguasai lebih dari satu bahasa akan jauh lebih optimal jika dimulai sejak usia dini.

Hal inilah yang menjadi alasan banyak orangtua memilih WonderMind sebagai bagian dari perjalanan si Kecil dalam mempelajari bahasa Inggris dan Mandarin.

Peran Prefrontal Cortex dalam Kemampuan Bilingual

“Di otak kita ada bagian namanya prefrontal cortex, di mana itu aktif dalam switching bahasa, dan juga aktif untuk learning. Jadi ketika anak ini sudah terbiasa switching bahasa, dengan bahasa berlingual, nantinya ketika dia learning itu akan lebih cepat, akan lebih memahaminya, itu lebih mudah,” ujar Tasliyana mengenai peran prefrontal cortex pada manusia.

Kemampuan switching bahasa atau berpindah dari satu bahasa ke bahasa lain ternyata melatih fleksibilitas kognitif, lho! Soalnya, anak yang memiliki keterampilan berbahasa bilingual dapat;

  • Lebih cepat memahami instruksi
  • Lebih terampil dalam memecahkan masalah
  • Lebih selektif dalam menyaring informasi
  • Lebih fokus dalam proses belajar

Dampak Bilingual terhadap Prestasi Akademik

Kemampuan bahasa yang baik sangat berpengaruh terhadap keberhasilan akademik. Bahasa adalah alat utama untuk memahami materi pelajaran, membaca soal, serta menyampaikan jawaban.

Dalam wawancara dalam rangka pembukaan cabang baru WonderMind Gading Serpong, psikolog Tasliyana Fitri juga menjelaskan hal serupa. “Ketika dia learning itu akan lebih cepat, akan lebih memahaminya… Jadi, meresap suatu informasi yang masuk akan lebih cepat dan memilih mana informasi yang masuk dan yang tidak,” ujarnya.

Beberapa dampak positif belajar dua bahasa (bilingual) pada akademik, antara lain:

  1. Peningkatan kemampuan membaca dan memahami teks
  2. Kemampuan berpikir analitis yang lebih kuat
  3. Konsentrasi yang lebih baik
  4. Kemampuan multitasking yang lebih terlatih

Dengan kata lain, manfaat anak menguasai lebih dari satu bahasa bukan hanya pada komunikasi, tetapi juga pada performa akademik secara keseluruhan.

Pengaruh Bilingual terhadap Kemampuan Sosial dan Adaptasi

Selain aspek akademik, anak yang menguasai lebih dari satu bahasa juga memiliki kemampuan adaptasi sosial yang lebih baik.

Pengaruh dari penguasaan bilingual pada anak adalah anak tersebut menempatkan dirinya ketika beradaptasi, ketika ada di tempat yang baru.

Kemampuan ini berkaitan dengan fleksibilitas mental yang terbentuk dari proses switching bahasa. Anak menjadi lebih peka terhadap situasi sosial dan lebih percaya diri saat berinteraksi dengan lingkungan baru.

Manfaat sosial ini sangat penting, terutama di dunia yang semakin global dan multikultural.

Apakah Bilingual Membuat Anak Bingung?

Salah satu kekhawatiran orang tua adalah kemungkinan anak menjadi bingung atau salah dalam menyebutkan kata.

Menurut Tasliana Fitri, hal tersebut sangat mungkin terjadi, namun bisa diantisipasi dengan dukungan orang tua. “Hal tersebut sangat mungkin terjadi. Cuma untuk hal tersebut itu bisa kita tindak lanjuti sebelum akhirnya terjadi. Dengan cara support parent.”

Ia menambahkan bahwa orang tua tidak perlu menyalahkan anak ketika terjadi kesalahan, melainkan melakukan modeling yang benar, “jadi bukan dengan cara menyalahkan atau membenarkan, tapi dengan cara modeling yang benar itu seperti apa,” jelas Tasliyana Fitri.

Artinya, kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Dengan pendekatan yang tepat, anak tidak akan merasa tertekan, justru semakin percaya diri.

Peran Orang Tua dalam Mendukung Anak Bilingual

Peran orang tua sangat penting dalam memaksimalkan manfaat anak menguasai lebih dari satu bahasa.

Namun, orang tua tidak harus menjadi guru di rumah. Hal ini dijelaskan Tasliyana Fitri, “uwntuk peran orang tua sendiri, kalau di rumah itu tidak perlu seperti guru mengajarkan, tapi dimana orang tua itu terlibat langsung dengan anak tersebut, dengan cara berkomunikasi sehari-hari.”

Dukungan sederhana seperti mendengarkan cerita anak, bertanya tentang pelajaran, serta menunjukkan ketertarikan pada proses belajar sudah sangat membantu.

Ketika anak merasa dihargai dan didengar, motivasi belajarnya akan meningkat secara alami.

Metode Belajar yang Tepat untuk Anak Bilingual

Selain dukungan orang tua, metode pembelajaran juga berpengaruh besar. Anak-anak cenderung lebih mudah belajar melalui pengalaman langsung.

Disebutkan dalam wawancara bahwa, “ketika anak itu belajar, mereka itu lebih suka dengan proses pembelajaran direct experience dimana mereka terlibat langsung dengan proses pembelajarannya.”

Metode seperti storytelling, bermain peran, diskusi kelompok, dan bernyanyi jauh lebih efektif dibandingkan hanya menghafal materi.

Dengan pendekatan yang menyenangkan, anak tidak merasa terbebani dan proses belajar menjadi pengalaman positif.

Investasi Jangka Panjang bagi Masa Depan Anak

Berdasarkan penjelasan dari sudut pandang neuroscience dan psikologi perkembangan, jelas bahwa manfaat anak menguasai lebih dari satu bahasa sangat luas.

Bilingualisme tidak hanya meningkatkan kemampuan komunikasi, tetapi juga:

  • Menguatkan fungsi prefrontal cortex
  • Meningkatkan fleksibilitas kognitif
  • Mempercepat pemahaman materi akademik
  • Melatih kemampuan adaptasi sosial
  • Membentuk rasa percaya diri

Dengan dukungan orang tua dan metode belajar yang tepat, pembelajaran bahasa asing dapat menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan anak.

Menguasai lebih dari satu bahasa bukan sekadar tren, tetapi fondasi penting untuk membentuk generasi yang cerdas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global.

VOUCHER KELAS DEMO GRATIS BUAT KAMU!
Klaim kelas demo gratismu di WonderBlog. Ikut kelas mulai dari SATU JUTAAN/BULAN!*

Di WonderMind, kamu juga akan belajar langsung dengan native untuk mengadopsi phonics dan tata cara berbicara dalam bahasa Inggris yang baik dan benar, sehingga kamu jadi makin pede! Tunggu apa lagi? Yuk, cobain free trial classnya!

OTHER ARTICLE

Book your spot for the demo class. It's free!