Fun Activity: Membuat Ta’jil Sehat dan Belajar Berbagi Bersama Teman

Artikel ini berisi tentang laporan kegiatan membuat ta’jil bersama teman untuk merayakan Ramadan bersama WonderMind lewat acara Fun Activity yang diselenggarakan pada Sabtu (14/3).

Poin Penting:

  • Anak-anak mengikuti kegiatan bertajuk Making Healthy Ta’jil Snacks untuk belajar kebersamaan dan berbagi selama Ramadan.
  • Kegiatan ini melibatkan belajar kosakata bahasa Inggris sambil memasak camilan sehat seperti fruit cup dan kurma isi selai kacang.
  • Anak-anak mendengarkan cerita The Secret Recipe of Grandma yang mengajarkan bahwa memasak juga tentang kebaikan dan cinta.
  • Setelah memasak, anak-anak berlatih berbagi dan berbicara dengan teman, mengungkapkan rasa syukur mereka.
  • Kegiatan ditutup dengan refleksi dan mengingatkan bahwa kebaikan terasa lebih manis ketika dibagikan.

Kegiatan Seru Anak Membuat Ta’jil Sehat

Pada hari Sabtu (14/3), anak-anak mengikuti kegiatan seru bertajuk Making Healthy Ta’jil Snacks.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian fun activity yang dirancang untuk mengajarkan nilai kebersamaan, berbagi, dan rasa syukur selama bulan Ramadan. Melalui aktivitas ini, anak-anak tidak hanya belajar membuat camilan sehat, tetapi juga berlatih kosakata bahasa Inggris dan belajar berbagi dengan teman.

Sejak awal kegiatan, suasana kelas terasa hangat dan penuh semangat. Guru menyambut anak-anak dengan ramah dan mengajak mereka berdiskusi ringan tentang camilan manis favorit mereka. Ada yang menyebut buah, ada yang menyukai yogurt, dan ada juga yang sangat suka kurma.

Dari diskusi sederhana ini, anak-anak mulai belajar beberapa kalimat baru seperti “Would you like some?” dan “I made this for you.” Kalimat ini nantinya digunakan ketika mereka berbagi makanan dengan teman.

Storytelling: The Secret Recipe of Grandma

Sebelum mulai memasak, anak-anak diajak mendengarkan cerita pendek berjudul The Secret Recipe of Grandma. Cerita ini berkisah tentang Lina yang menemukan buku resep rahasia milik neneknya. Namun, resep tersebut tidak hanya berisi bahan makanan biasa.

Di dalamnya tertulis bahan-bahan unik seperti kebahagiaan, kesabaran, kebaikan, dan cinta. Lina dan neneknya pun mencoba membuat kue sambil memahami arti dari setiap bahan tersebut.

Mereka belajar bahwa memasak bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang bagaimana kita memperlakukan orang yang akan menikmati makanan itu.

Anak-anak mendengarkan cerita ini dengan penuh rasa ingin tahu. Mereka tertawa ketika mendengar bahwa kebahagiaan dan kesabaran juga bisa menjadi “bahan rahasia” dalam sebuah resep.

Dari cerita ini, anak-anak belajar bahwa makanan akan terasa lebih spesial ketika dibuat dengan hati yang baik dan dibagikan kepada orang lain.

Belajar Kosakata Makanan dan Aksi Memasak

Setelah sesi cerita, guru mulai memperkenalkan bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat ta’jil sehat. Anak-anak diperlihatkan berbagai bahan seperti:

  • Pisang
  • Oat
  • Kurma
  • Yogurt
  • Roti sandwich
  • Selai kacang

Selain itu, anak-anak juga belajar kata kerja sederhana yang berkaitan dengan kegiatan memasak, seperti mix (mengaduk), cut (memotong), spread (mengoles), dan share (berbagi).

Sebelum mulai memasak, guru juga mengingatkan pentingnya kebersihan dan kesehatan. Anak-anak diminta memakai sarung tangan dan mencuci tangan agar makanan yang mereka buat tetap higienis.

Membuat Ta’jil Sehat dengan Tangan Sendiri

Bagian yang paling ditunggu akhirnya dimulai, yaitu snack making activity. Dengan bimbingan guru, anak-anak membuat berbagai camilan sehat sederhana seperti:

  • Fruit cup dari buah segar
  • Kurma isi selai kacang
  • Mini sandwich berbentuk bintang
  • Banana oat bites

Setiap anak membuat dua camilan: satu untuk dirinya sendiri dan satu lagi untuk dibagikan kepada teman. Saat menambahkan bahan ke dalam makanan, guru mengajak anak-anak menyebutkan satu kebaikan atau hal yang mereka syukuri hari itu.

Ada yang berkata, “Saya bersyukur punya keluarga.” Ada juga yang berkata, “Saya senang punya teman di kelas.” Hal-hal sederhana ini membuat kegiatan memasak menjadi lebih bermakna.

Latihan Berbicara Saat Berbagi Makanan

Setelah camilan selesai dibuat, anak-anak mengikuti sesi sharing and speaking practice. Mereka diminta menunjukkan makanan yang mereka buat dan menjelaskan dengan kalimat sederhana.

Contohnya:

  • “I made a banana snack.”
  • “I will share this with my friend.”
  • “Would you like some?”

Kemudian mereka benar-benar membagikan camilan tersebut kepada teman di sebelahnya. Momen ini terasa sangat menyenangkan karena anak-anak belajar berbagi dengan cara yang nyata dan penuh senyuman.

Penutup Kegiatan yang Penuh Kebahagiaan

Di akhir kegiatan, guru mengajak anak-anak melakukan refleksi singkat tentang apa yang mereka pelajari hari itu. Banyak anak mengatakan bahwa mereka senang bisa membuat makanan sendiri dan berbagi dengan teman.

Sebelum pulang, seluruh kelas meneriakkan yel-yel bersama:

“Share the sweetness!”

Kalimat ini menjadi pengingat bahwa kebaikan dan kebahagiaan akan terasa lebih manis ketika kita membagikannya kepada orang lain.

Kegiatan kemudian ditutup dengan membersihkan meja bersama dan sesi foto kelompok. Anak-anak terlihat bangga dengan camilan yang mereka buat serta pengalaman baru yang mereka dapatkan hari itu.

Belajar Bahasa, Kebaikan, dan Kebersamaan

Kegiatan Making Healthy Ta’jil Snacks tidak hanya mengajarkan anak-anak cara membuat camilan sehat, tetapi juga membantu mereka belajar kosakata baru, melatih keberanian berbicara, dan memahami arti berbagi.

Melalui aktivitas kreatif seperti ini, anak-anak belajar bahwa hal sederhana seperti membuat makanan dan membagikannya kepada teman dapat membawa kebahagiaan besar. Sama seperti dalam cerita nenek Lina, bahan paling penting dalam setiap resep ternyata adalah hati yang penuh kebaikan.

OTHER ARTICLE

Book kursi untuk kelas demo. Gratis!