Linking Verb Bahasa Inggris: Pengertian, Fungsi, Hingga Contohnya

Pernahkah kamu memuji masakan ibumu dengan berkata: “The soup smells delicious” (Supnya berbau harum) atau melihat temanmu yang lesu lalu berujar: “You look tired” (Kamu tampak lelah)? Di dalam kalimat-kalimat tersebut, kata smells dan look sama sekali tidak menunjukkan bahwa sup sedang mencium sesuatu atau temanmu sedang menatap sesuatu secara fisik.

Kata kerja tersebut bertugas sebagai jembatan penghubung antara subjek dengan sifat atau kondisinya. Di dalam tata bahasa Inggris (English grammar), kata kerja penghubung ini dinamakan linking verb.

Bagi siswa sekolah di jenjang SMP dan SMA, materi linking verb adalah salah satu topik penting yang sering muncul dalam ujian harian, soal pemahaman bacaan (reading comprehension), maupun tugas menulis esai deskriptif.

Apa Itu Linking Verb dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Linking verb adalah kata kerja yang berfungsi menghubungkan subjek kalimat dengan informasi tambahan yang menjelaskan atau mengidentifikasi subjek tersebut. Informasi pelengkap ini dapat berupa sifat, keadaan, identitas, profesi, maupun kondisi sang subjek.

Perbedaan paling mendasar antara linking verb dan kata kerja aksi (action verb) adalah linking verb tidak menunjukkan aktivitas fisik aktif, melainkan berfokus pada status keberadaan atau kondisi subjek.

Perhatikan analisis kalimat sederhana ini: She is beautiful. (Dia cantik).

  • She: Subjek kalimat.
  • is: Linking verb (kata kerja penghubung).
  • beautiful: Kata sifat (adjective) yang menerangkan subjek.

Kata beautiful di atas tidak menerangkan pekerjaan yang sedang dilakukan oleh she, melainkan menjelaskan sifat dan penampilan dari she.

Contoh kalimat lainnya:

  • He seems tired. (Dia tampak lelah.)
  • They became friends. (Mereka menjadi teman.)
  • The soup tastes delicious. (Sup itu terasa lezat.)

Kursus bahasa Inggris di WonderMind punya seribu satu cara belajar yang menyenangkan untuk anak.

Bimbingan native dan local teacher membuat si Kecil didampingi oleh tenaga pengajar yang profesional dan berpengalaman.

Nggak perlu khawatir ketinggalan materi, karena WonderMind memastikan setiap anak mendapatkan porsi pengajaran yang pas dan sesuai kemampuan melalui placement test dan layanan extra class yang tersedia.

Terbukti, lebih dari 90% orangtua merasa puas dengan progress sang buah hati di WonderMind.

Apalagi, banyaknya promo seperti Free Trial Class yang bisa langsung kamu klaim sekarang juga! Tunggu apa lagi?

VOUCHER KELAS DEMO GRATIS BUAT KAMU!
Klaim kelas demo gratismu di WonderBlog. Ikut kelas mulai dari SATU JUTAAN/BULAN!*

Empat Fungsi Utama Linking Verb dalam Kalimat

Linking verb menjalankan empat fungsi penting saat digunakan dalam percakapan maupun tulisan:

  1. Menjelaskan Sifat atau Karakteristik Subjek: Menghubungkan subjek dengan kata sifat (adjective).
    Contoh: The room is clean. (Ruangan itu bersih.)
  2. Menjelaskan Keadaan atau Kondisi Subjek: Menerangkan suasana hati atau kondisi fisik yang dialami.
    Contoh: I feel nervous. (Saya merasa gugup).
  3. Menjelaskan Identitas atau Profesi Subjek: Menghubungkan subjek dengan kata benda (noun) penjelas status.
    Contoh: My father is a doctor. (Ayah saya adalah seorang dokter.)
  4. Menunjukkan Perubahan Keadaan (Change of State): Menjelaskan proses perubahan dari satu kondisi ke kondisi lain.
    Contoh: The weather became cold. (Cuaca berubah menjadi dingin).

Empat Kelompok Utama Linking Verb yang Wajib Dihafal

Agar mudah diingat saat belajar di sekolah, linking verb dapat dikelompokkan ke dalam 4 kategori besar:

A. Kelompok To Be

Kata kerja bantu to be adalah jenis linking verb yang paling umum dipakai sehari-hari:

  • am, is, are (waktu sekarang / present)
  • was, were (waktu lampau / past)
  • be, being, been (bentuk dasar, continuous, dan perfect) Contoh: I am happy (Saya bahagia), We were tired (Kami lelah), Please be careful (Tolong berhati-hati), He is being rude (Dia sedang bersikap kasar), She has been busy (Dia sibuk).

B. Kelompok Pancaindra (Sensory Verbs)

Kata kerja yang menghubungkan subjek dengan kesan yang ditangkap oleh indra penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan peraba:

  • Look: You look confident. (Kamu tampak percaya diri).
  • Sound: Your idea sounds great. (Idemu terdengar luar biasa).
  • Smell: The milk smells sour. (Susu itu tercium basi/asam).
  • Taste: The coffee tastes bitter. (Kopi itu terasa pahit).
  • Feel: This fabric feels smooth. (Kain ini terasa halus).

C. Kelompok Perubahan Keadaan (Change of State)

Menunjukkan bahwa subjek mengalami perubahan kondisi fisik atau mental:

  • Become: She became famous. (Dia menjadi terkenal).
  • Get: It gets cold at night. (Udara menjadi dingin di malam hari).
  • Grow: He grew impatient. (Dia menjadi semakin tidak sabar).
  • Turn: The leaves turned yellow. (Dedaunan berubah warna menjadi kuning).
  • Go: The milk went bad. (Susu itu menjadi basi).
  • Fall: He fell asleep. (Dia tertidur lelap).
  • Come: His dream came true. (Mimpinya menjadi kenyataan).

D. Kelompok Kesan, Keberadaan, dan Kondisi Tetap (Remaining / Seeming)

Menunjukkan keberlangsungan keadaan yang menetap atau tampak dari luar:

  • Seem: The task seems difficult. (Tugas itu tampaknya rumit).
  • Remain: She remained quiet. (Dia tetap terdiam).
  • Stay: The situation stayed calm. (Situasi tetap terkendali dan tenang).
  • Prove: The experiment proved successful. (Eksperimen itu terbukti berhasil).
  • Appear: He appears worried. (Dia tampak cemas).
  • (Catatan Tata Bahasa: Kata “resemble” yang berarti menyerupai bukanlah linking verb dalam analisis tata bahasa baku, melainkan action verb yang membutuhkan objek langsung).

Rumus Pola Kalimat dan Ragam Subject Complement

Pola dasar kalimat yang memuat linking verb adalah:

Subject + Linking Verb + Subject Complement

Subject complement (pelengkap subjek) adalah kata atau kelompok kata yang bertugas melengkapi makna subjeknya. Bentuknya dapat dibagi menjadi 4 pola:

Pola Kalimat PDF+ 1Jenis Complement PDF+ 3Contoh Kalimat PDF+ 1Terjemahan Bahasa Indonesia PDF+ 1
S + Linking Verb + AdjectivePredicate Adjective (Sifat)The cat is cute.Kucing itu lucu.
S + Linking Verb + NounPredicate Nominative (Benda/Identitas)She is a teacher.Dia adalah seorang guru.
S + Linking Verb + Noun PhraseFrasa Kata BendaHe became a successful businessman.Dia menjadi pengusaha yang sukses.
S + Linking Verb + Prepositional PhraseKeterangan Letak / PosisiThe keys are on the table.Kunci-kunci itu ada di atas meja.

Perbedaan Predicate Adjective vs Predicate Nominative:

  • Predicate Adjective: Menjelaskan sifat atau karakter subjek (She is kind . Kata kind adalah sifat).
  • Predicate Nominative: Mengidentifikasi atau menamai ulang identitas subjek (She is a nurse. ‘A nurse’ adalah identitas profesi).

Perbedaan Vital: Linking Verb vs Action Verb vs Auxiliary Verb

Ketika mempelajari materi yang satu ini, kamu mungking akan merasa kebingungan karena satu kata kerja yang sama persis bisa berubah peran tergantung makna kalimatnya. Cermati perbedaannya berikut:

A. Linking Verb vs Action Verb (Kata Kerja yang Sama)

  • LOOK
    • Linking Verb: He looks angry. (Dia tampak marah. Kata angry menerangkan sifatnya).
    • Action Verb: He looks at the painting. (Dia melihat/menatap lukisan itu secara fisik).
  • TASTE
    • Linking Verb: The soup tastes salty. (Sup itu terasa asin. Kata salty menerangkan rasa masakan).
    • Action Verb: She tastes the soup. (Dia aktif mencicipi sesendok sup).
  • SMELL
    • Linking Verb: The flowers smell fresh. (Bunga-bunga itu tercium segar).
    • Action Verb: She is smelling the flowers. (Dia sedang mendekatkan hidungnya untuk menghirup aroma bunga).
  • FEEL
    • Linking Verb: I feel tired. (Saya merasa lelah).
    • Action Verb: I feel the fabric. (Saya meraba tekstur kain dengan jari).

B. Linking Verb vs Auxiliary Verb (Kata Kerja Bantu)

Kelompok to be (is, am, are, was, were) bisa menjadi linking verb atau auxiliary verb:

  • Linking Verb: They are happy.
    Dalam kalimat di atas, are bertindak sebagai kata kerja utama yang menghubungkan subjek dengan sifat.
  • Auxiliary Verb: They are playing football. (Are hanya bertugas sebagai kata bantu pembentuk tenses continuous, sementara kata kerja utamanya adalah playing).
  • Passive Voice: The window was broken by Tom. (Was adalah kata bantu pasif, aksi memecahkan kaca dilakukan Tom).

Bentuk Kalimat Linking Verb: Positif, Negatif, dan Tanya

Menyusun kalimat linking verb sangat fleksibel di berbagai bentuk pola kalimat:

A. Kalimat Positif (+)

Subject + Linking Verb + Complement

  • She is intelligent. (Dia cerdas).
  • The room became quiet. (Ruangan itu berubah menjadi hening).

B. Kalimat Negatif (-)

  • Jika Menggunakan To Be, kamu bisa menambahkan kata not tepat setelah to be (am not, is not / isn’t, are not / aren’t, was not / wasn’t, were not / weren’t).
    • She is not angry.
    • They were not late.
  • Jika Menggunakan Linking Verb Lain, kamu bisa menggunakan kata bantu do not / does not / did not dan kembalikan kata kerja ke bentuk dasar.
    • She does not seem happy. (Bukan: does not seems).
    • He did not become angry. (Bukan: did not became).
    • The food does not taste fresh.

C. Kalimat Tanya (?)

  • Untuk To Be: Pindahkan to be ke posisi paling depan mendahului subjek:
    • Is she happy?
      Jawabannya bisa Yes, she is. atau No, she isn’t.
    • Were you nervous?
  • Untuk Linking Verb Lain: Letakkan kata bantu do, does, atau did di awal kalimat:
    • Does she seem tired?
    • Does the soup taste good?
    • Did he become a teacher?

Waspadai Kesalahan Klasik: Jebakan Adverb vs Adjective

Kekeliruan paling umum yang sering membuat nilai ujian bahasa Inggris berkurang adalah menempelkan kata keterangan (adverb berakhiran -ly) tepat setelah linking verb.

Ingat kaidah ini: Linking verb wajib diikuti oleh kata sifat (adjective), BUKAN kata keterangan (adverb)!

  • Salah: The soup tastes deliciously.
    Benar: The soup tastes delicious. (Karena delicious menerangkan supnya).
  • Salah: She looks beautifully.
    Benar: She looks beautiful. (Karena beautiful menerangkan penampilan subjek she).
  • Salah: My brother looks happily.
    Benar: My brother looks happy.
  • Salah: The sky turned darkly.
    Benar: The sky turned dark.

Kapan Akhiran -ly Boleh Dipakai?

Akhiran -ly (adverb of manner) hanya boleh dipakai jika kata kerjanya bertindak sebagai action verb untuk menerangkan cara perbuatan dilakukan!

  • She sings beautifully. (Benar, karena beautifully menjelaskan cara dia menyanyi).
  • She looks carefully at the painting. (Benar, karena carefully menjelaskan cara dia mengamati lukisan).

Latihan Soal Kuis Linking Verb & Kunci Jawaban

Uji pemahamanmu dengan memilih opsi jawaban yang paling tepat pada 8 latihan soal berikut:

  1. The soup ____ delicious. (tastes / tastily / is tasting)
  2. My brother looks ____. (happily / happy / happiness)
  3. She ____ a doctor last year. (become / becomes / became)
  4. The flowers ____ sweet. (smell / smells / are smell)
  5. He is ____ English now. (seem / seems / studying)
  6. The sky turned ____. (dark / darkly / darkness)
  7. They ____ very tired yesterday. (was / were / are)
  8. Which sentence uses ‘feel’ as a linking verb?
    a. I feel the fabric.
    b. I feel tired.
    c. I feel the wall.

Kunci Jawaban & Pembahasan:

  1. tastes (Menghubungkan sup dengan kata sifat lezat / delicious).
  2. happy (Setelah linking verb looks, gunakan kata sifat bukan adverb berakhiran -ly).
  3. became (Keterangan waktu lampau last year membutuhkan kata kerja bentuk kedua / $V_2$).
  4. smell (Subjek jamak the flowers berpasangan dengan bentuk dasar smell).
  5. studying (Contoh pemakaian is sebagai auxiliary verb dalam bentuk present continuous).
  6. dark (Pola linking verb perubahan keadaan turned diikuti adjective dark).
  7. were (Subjek jamak they dalam konteks lampau yesterday memakai to be were).
  8. b. I feel tired. (Tired menerangkan kondisi tubuh subjek, sedangkan kalimat a dan c merupakan aksi fisik meraba).

Kesimpulan

  • Linking verb menghubungkan subjek dengan informasi tambahan tanpa menunjukkan tindakan fisik.
  • Kata kerja penghubung memiliki empat fungsi utama: menggambarkan sifat, keadaan, identitas, serta menunjukkan perubahan kondisi.
  • Siswa sebaiknya membedakan antara kata kerja penghubung, kata kerja aksi, dan kata kerja bantu agar tidak terjadi kebingungan.
  • Kata kerja penghubung umum meliputi bentuk-bentuk kata kerja ‘to be’ dan kata kerja yang membentuk hubungan deskriptif.

WonderMind hadir sebagai solusi anak usia 4-18 tahun yang ingin kursus bahasa Inggris dengan pendekatan yang fun dan interaktif.

Kurikulum yang dirancang khusus oleh tim akademisi ternama kelas dunia untuk pelajar Indonesia menjadikan program belajar bahasa Inggris di WonderMind salah satu yang terunggul di bidangnya.

Berbagai fasilitas seru siap menanti kamu di ruang kelas, lho! Mulai dari berbagai permainan seru, sesi belajar interaktif, hingga extra class yang bisa bantu kamu mendalami materi ada di sini.

Nggak perlu khawatir mahal! Di WonderMind, kamu bisa mendapatkan semua itu dengan Rp 1 jutaan per bulan saja, lho~

OTHER ARTICLE

Linking Verb Bahasa Inggris: Pengertian, Fungsi, Hingga Contohnya

Pernahkah kamu memuji masakan ibumu dengan berkata: “The soup smells delicious” (Supnya berbau harum) atau melihat temanmu yang lesu lalu berujar: “You look tired” (Kamu tampak lelah)? Di dalam kalimat-kalimat tersebut, kata smells dan look sama sekali tidak menunjukkan bahwa sup sedang mencium sesuatu atau temanmu sedang menatap sesuatu secara fisik.

Book your spot for the demo class. It's free!